May 09, 2021

Pep Guardiola Enggan Kritik Penalti Panenka Sergio Aguero

Pep Guardiola menolak mengkritisi Sergio Aguero setelah kegagalannya mengkonversi penalti saat Manchester City kalah 1-2 kontra Chelsea.

The Citizen sedang memimpin 1-0 ketika wasit menunjuk titik putih buat mereka menjelang turun minum.

Aguero menjadi algojonya namun harus menanggung malu ketika Panenka-nya terbaca dan ditangkap dengan satu tangan oleh kiper Chelsea Edouard Mendy. The Blues lalu membalikkan keadaan di babak kedua dan menunda pesta Liga Primer City.

Panenka memang berisiko besar, jika tidak berhasil, maka terpaksa menanggung malu.

Guardiola tampak tidak bereaksi ketika Mendy menangkap penalti itu, tapi berujar satu-satunya instruksi yang ia berikan adalah bahwa penendang penalti harus berkomitmen penuh.

“Itu keputusannya,” kata Guardiola pada Sky Sports. “Penendangnya harus membuat keputusan.”

“Saya bilang padanya, buat satu keputusan dan tendang dengan penuh komitmen. Dia memutuskan untuk melakukannya dengan cara itu.”

Saat laga berjalan imbang 1-1 di menit ke-88, Raheem Sterling lolos dari kawalan bek Chelsea dan terjatuh dalam kotak penalti setelah ditekel Kurt Zouma.

Wasit Anthony Taylor tidak mengindahkan permintaan penalti, meski tampak terjadi kontak, dan Guardiola tidak ragu bahwa anak asuhnya mestinya mendapat penalti kedua.

“Itu penalti,” ujarnya. “Itu saja. Itu sudah terjadi. Lain kali kami akan mencoba mencetak penalti kami.”

“Itu pendapat ofisial keempat dan Anthony, mereka tahu itu. Tidak ada lagi yang bisa saya katakan.”

“Kadang kita membuat kesalahan. Mungkin mereka percaya itu bukan kesalahan. Sudah terlihat di TV dan itu adalah penalti.”

City akan berhadapan lagi dengan The Blues di final Liga Champions 29 Mei nanti.

Pasukan Thomas Tuchel berhasil mencuri gol telat dari sisi kiri City setelah Werner melakukan umpang silang dari sana dan Guardiola akan mencari solusinya.

“Kami akan menghadapi mereka lagi dalam waktu 21 hari di final Liga Champions,” ujar Guardiola. “Kami akan belajar dari ini dan mencoba memenangkan tiga poin yang kami perlukan untuk jadi juara [Liga Primer].”